Rabu, 20 Mei 2020

PANDEMI BANGSA KITA YANG PAPUA BANGKIT


Perubahan yang sangatcepat dan persaingan yang sangat ketat menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Perubahan yang sangatcepat dan persaingan yang sangat ketat menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi di tengah era VUCA (volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity). Diperlukan kemampuan untuk meningkatkan kapasitas diri untuk menjadi manusia yang lebih adaptif dan handal agar bias bertahan serta mampu memberikan kontribusi untuk bangsa ini.

Kondisi ini disadari betul oleh banyak instansi, bahwa untuk menjaga keberlanjutan usahanya diperlukan upaya untuk menciptakan budaya (culture) positif bagi para pegawainya. Namun demikian, terkadang “gagalfokus” karena budaya hanya dipandang sebagai pengetahuan tambahan. Sebaik apapun strategi, jika tidak didukung budaya kerja dari para pegawainya maka instansi tesebut akan mengalami kesulitan dalam menjaga keberlanjutan usahanya.

Dalam kehidupan berbudaya dan bermasyarakat, kebiasaan seseorang (habit) merupakan tindakan individu yang dilakukan secara terus menerus, sedangkan budaya (culture) adalah kebiasaan yang menjadi cirri suatu masyarakat dalam lingkungan tertentu. Kebiasaan seseorang (habit) akan mempengaruhi dirinya, dan terus akan mempengaruhi lingkungan yang lebih besar, sehingga akhirnya menjadi budaya suatu masyarakat bahkan suatu bangsa.

Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung dari kebiasaan individu-individu di dalamnya dan budaya dari masyarakatnya. Membangun budaya yang baik dari suatu bangsa adalah syarat cukup untuk membangun peradaban yang berkelanjutan dari bangsa tersebut. Dengan demikian, untuk menuju kearah tersebut, kebiasaan setiap individu di dalamnya harus dipupuk kearah yang lebih baik.

Peran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mendidik setiap komponen bangsa ini akan memunculkan budaya bangsa yang mampu membawa Indonesia menjadi Negara yang memiliki kemandirian dan daya saing yang mumpuni.

Di masa pandemi Covid-19 telah memaksa sebagian besar dari kita kedalam isolasi dan mendefinisikan kembali “kondisi normal” dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan. Sebagian besar dari kita bekerja dari rumah, hal ini membawa tantangan baru dalam menjaga kehidupan kerja kita berbeda dari kehidupan pribadi kita. Dengan kondisi sekarang ini, mungkin akan menjadi kebiasaan (habit) pada masa mendatang, paska pandemic. Efek pandemic terkadang bias membuat kita kehilangan motivasi.

Padahal bekal kemampuan dan motivasi yang tinggi akan dapat melahirkan berbagai peluang untuk kita. Peluang ini tak layak ditunggu, namun harus diburu dan diciptakan. Saat ini, banyak orang beranggapan bahwa kita harus menghindari suatu masalah, padahal dari setiap masalah selalu ada peluang yang bisa dimanfaatkan dan memberikan kontribusi positif yang dampaknya tidak hanya untuk diri sendiri bahkan juga untuk orang lain.

Setelah masa pandemic berakhir, akan sangat banyak bermunculan peluang usaha baru, yang kemungkinan belum terpikirkan sebelumnya. Karena itu, memaksimalkan kombinasi dari kemampuan, motivasi dan pemanfaatan peluang merupakan kebiasaan yang signifikan dalam membentuk budaya yang baik.

Untuk menciptakan budaya yang baik maka dibutuhkan peningkatan kapasitas diri sendiri, kita perlu melakukan continuous quality improvement (peningkatan kualtas diri secara berkelanjutan). Perlu disadari, bahwa dalam diri kita ini selalu ada room for improvement. Apabila kita menelisik diri kita masing-masing pasti selalu ada kesempatan untuk berintrospeksi dan memperbaiki diri (muhasabah). Kita seyogyanya bias melakukan introspeksi (evaluasidiri) dan melakukan pengukuran terhadap performa kinerja masing-masing.

Kenapa hal tersebut penting? Karena kita tidak akan pernah bias melakukan peningkatan kualitas apabila kita tidak pernah tahu ukuran kualitas diri kita masing-masing.

Dengan melakukan dua hal ini, Self Evaluation dan Performance Measurement, kedepan kita akan bias melakukan Continuous Quality Improvement untuk diri kita masing-masing, sehingga kapasitas kita meningkat.

Harapannya, dengan peningkatan kapasitas diria kan menghasilkan nilai (value) yang baik untuk bangsa ini. Bagaimana caranya membangun budaya sehingga bias memberikan dampak (value) yang besar?

Yang pertama, perlu adanya self awareness dari kita sehingga kita menjadi pelaku perubahan itu sendiri. Karena perubahan adalah satu hal yang pasti, jika tidak bias menyesuaikannya kita akan tergilas oleh perubahan itu sendiri. Menjadi pelaku perubahan artinya setiap individu tak cukup merasa terinspirasi dari suatu kejadian atau pembicaraan, tetapi juga harus berusaha bagaimana selanjutnya bias menginspirasi lingkungan disekitarnya.

Yang kedua, kita perlu menguatkan sikap adaptive dan passionate dalam menjalankan atau menghadapi kondisi suatu keadaan apapun. Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian dan tidak berpola ini, proses adaptasi dan pantang menyerah dari suatu keadaan ini merupakan suatu keniscayaan.

Kebiasaan untuk senantiasa memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan adalah sesuatu yang tidak bias ditawar. Yang terakhir, perlu disadari bahwa kolaborasi sangat diperlukan saat ini. Dengan kompleksitas permasalahan yang tinggi, kita memerlukan seluas-luasnya sudut pandang. Karena kolaborasi dengan lingkungan sekitar sangat diperlukan sehingga kontribusi kita bias maksimal untuk lingkungan. Satu factor penting dalam kolaborasi adalah kemampuan komunikasi. Seharusnya komunikasi bias melahirkan suatu komitmen bersama. Jika tidak bias menjadi komitmen justru akan mengancam ataupun merusak kesempatan-kesempatan yang sudah datang.

Hasil transformasi dari budaya menjadi suatu yang bernilai (Culture to Value), salah satunya ditunjukkan dalam bentuk Service Excellence. Proses melengkapi sudut pandang sangatlah penting untuk menciptakan service excellence. Jangan hanya memikirkan diri sendiri, namun juga perhatikan orang lain sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Sustainability (keberlanjutan) menjadi penting dimasa sekarang bagi instansi termasuk dunia pendidikan karena kepuasan para pemangku kepentingan menjadi poin yang sangat penting. Untuk menggapai kepuasan seluruh pemangku kepentingan, kita harus mampu berkreativitas, berinovasi dan bertransformasi dengan baik sehingga dapat melahirkan budaya kerja yang dampaknya tak hanya untuk diri sendiri atau lingkungannya, bahkan lebih jauh adalah untuk bangsa ini.

Indonesia harus menghasilkan SDM dan generasi yang unggul, maka dengan Semangat Kebangkitan Nasional di era pandemic ini akan melekat di dada dan menjadi penguat bagi seluruh elemen masyarakat.

Yakinlah bahwa Yang Maha Kuasa juga akan memberikan yang terbaik untuk kita semua. Mari bangkit dengan senantiasa berkolaborasi dan saling menginspirasi. Mari bangkit untuk membangun generasi unggul dan berkontribusi positif untuk negeri kita,  tengah era VUCA (volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity). Diperlukan kemampuan untuk meningkatkan kapasitas diri untuk menjadi manusia yang lebih adaptif dan handal agar bias bertahan serta mampu memberikan kontribusi untuk bangsa ini.

Kondisi ini disadari betul oleh banyak instansi, bahwa untuk menjaga keberlanjutan usahanya diperlukan upaya untuk menciptakan budaya (culture) positif bagi para pegawainya. Namun demikian, terkadang “gagalfokus” karena budaya hanya dipandang sebagai pengetahuan tambahan. Sebaik apapun strategi, jika tidak didukung budaya kerja dari para pegawainya maka instansi tesebut akan mengalami kesulitan dalam menjaga keberlanjutan usahanya.

Dalam kehidupan berbudaya dan bermasyarakat, kebiasaan seseorang (habit) merupakan tindakan individu yang dilakukan secara terus menerus, sedangkan budaya (culture) adalah kebiasaan yang menjadi cirri suatu masyarakat dalam lingkungan tertentu. Kebiasaan seseorang (habit) akan mempengaruhi dirinya, dan terus akan mempengaruhi lingkungan yang lebih besar, sehingga akhirnya menjadi budaya suatu masyarakat bahkan suatu bangsa.

Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung dari kebiasaan individu-individu di dalamnya dan budaya dari masyarakatnya. Membangun budaya yang baik dari suatu bangsa adalah syarat cukup untuk membangun peradaban yang berkelanjutan dari bangsa tersebut. Dengan demikian, untuk menuju kearah tersebut, kebiasaan setiap individu di dalamnya harus dipupuk kearah yang lebih baik.

Peran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mendidik setiap komponen bangsa ini akan memunculkan budaya bangsa yang mampu membawa Indonesia menjadi Negara yang memiliki kemandirian dan daya saing yang mumpuni.

Di masa pandemi Covid-19 telah memaksa sebagian besar dari kita kedalam isolasi dan mendefinisikan kembali “kondisi normal” dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan. Sebagian besar dari kita bekerja dari rumah, hal ini membawa tantangan baru dalam menjaga kehidupan kerja kita berbeda dari kehidupan pribadi kita. Dengan kondisi sekarang ini, mungkin akan menjadi kebiasaan (habit) pada masa mendatang, paska pandemic. Efek pandemic terkadang bias membuat kita kehilangan motivasi.

Padahal bekal kemampuan dan motivasi yang tinggi akan dapat melahirkan berbagai peluang untuk kita. Peluang ini tak layak ditunggu, namun harus diburu dan diciptakan. Saat ini, banyak orang beranggapan bahwa kita harus menghindari suatu masalah, padahal dari setiap masalah selalu ada peluang yang bisa dimanfaatkan dan memberikan kontribusi positif yang dampaknya tidak hanya untuk diri sendiri bahkan juga untuk orang lain.

Setelah masa pandemic berakhir, akan sangat banyak bermunculan peluang usaha baru, yang kemungkinan belum terpikirkan sebelumnya. Karena itu, memaksimalkan kombinasi dari kemampuan, motivasi dan pemanfaatan peluang merupakan kebiasaan yang signifikan dalam membentuk budaya yang baik.

Untuk menciptakan budaya yang baik maka dibutuhkan peningkatan kapasitas diri sendiri, kita perlu melakukan continuous quality improvement (peningkatan kualtas diri secara berkelanjutan). Perlu disadari, bahwa dalam diri kita ini selalu ada room for improvement. Apabila kita menelisik diri kita masing-masing pasti selalu ada kesempatan untuk berintrospeksi dan memperbaiki diri (muhasabah). Kita seyogyanya bias melakukan introspeksi (evaluasidiri) dan melakukan pengukuran terhadap performa kinerja masing-masing.

Kenapa hal tersebut penting? Karena kita tidak akan pernah bias melakukan peningkatan kualitas apabila kita tidak pernah tahu ukuran kualitas diri kita masing-masing.

Dengan melakukan dua hal ini, Self Evaluation dan Performance Measurement, kedepan kita akan bias melakukan Continuous Quality Improvement untuk diri kita masing-masing, sehingga kapasitas kita meningkat.

Harapannya, dengan peningkatan kapasitas diria kan menghasilkan nilai (value) yang baik untuk bangsa ini. Bagaimana caranya membangun budaya sehingga bias memberikan dampak (value) yang besar?

Yang pertama, perlu adanya self awareness dari kita sehingga kita menjadi pelaku perubahan itu sendiri. Karena perubahan adalah satu hal yang pasti, jika tidak bias menyesuaikannya kita akan tergilas oleh perubahan itu sendiri. Menjadi pelaku perubahan artinya setiap individu tak cukup merasa terinspirasi dari suatu kejadian atau pembicaraan, tetapi juga harus berusaha bagaimana selanjutnya bias menginspirasi lingkungan disekitarnya.

Yang kedua, kita perlu menguatkan sikap adaptive dan passionate dalam menjalankan atau menghadapi kondisi suatu keadaan apapun. Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian dan tidak berpola ini, proses adaptasi dan pantang menyerah dari suatu keadaan ini merupakan suatu keniscayaan.

Kebiasaan untuk senantiasa memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan adalah sesuatu yang tidak bias ditawar. Yang terakhir, perlu disadari bahwa kolaborasi sangat diperlukan saat ini. Dengan kompleksitas permasalahan yang tinggi, kita memerlukan seluas-luasnya sudut pandang. Karena kolaborasi dengan lingkungan sekitar sangat diperlukan sehingga kontribusi kita bias maksimal untuk lingkungan. Satu factor penting dalam kolaborasi adalah kemampuan komunikasi. Seharusnya komunikasi bias melahirkan suatu komitmen bersama. Jika tidak bias menjadi komitmen justru akan mengancam ataupun merusak kesempatan-kesempatan yang sudah datang.

Hasil transformasi dari budaya menjadi suatu yang bernilai (Culture to Value), salah satunya ditunjukkan dalam bentuk Service Excellence. Proses melengkapi sudut pandang sangatlah penting untuk menciptakan service excellence. Jangan hanya memikirkan diri sendiri, namun juga perhatikan orang lain sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Sustainability (keberlanjutan) menjadi penting dimasa sekarang bagi instansi termasuk dunia pendidikan karena kepuasan para pemangku kepentingan menjadi poin yang sangat penting. Untuk menggapai kepuasan seluruh pemangku kepentingan, kita harus mampu berkreativitas, berinovasi dan bertransformasi dengan baik sehingga dapat melahirkan budaya kerja yang dampaknya tak hanya untuk diri sendiri atau lingkungannya, bahkan lebih jauh adalah untuk bangsa ini.

Indonesia harus menghasilkan SDM dan generasi yang unggul, maka dengan Semangat Kebangkitan Nasional di era pandemic ini akan melekat di dada dan menjadi penguat bagi seluruh elemen masyarakat papua. 

Yakinlah bahwa Yang Maha Kuasa juga akan memberikan yang terbaik untuk kita semua. Mari bangkit dengan senantiasa berkolaborasi dan saling menginspirasi. Mari bangkit untuk membangun generasi unggul dan berkontribusi positif untuk negeri kita, WEST PAPUA 

MANUSIA DUNIA MENCARI KEKAYAAN

                                    SUARANYA


Banyak orang mengejar harta sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara. Mereka menganggap dengan harta melimpah,   akan merasa aman, bergengsi, dikagumi banyak orang, dan berbahagia oleh karena apa saja keinginannya terpenuhi dengan mudah.

Tetapi,  apakah  yang demikian itu  benar-benar  terjadi. Tentu,  masih perlu dilihat  dalam kenyataan hidup  sehari-hari. 
 
Pandangan yang mengatakan dengan harta yang melimpah,  segala sesuatu yang diinginkan menjadi mudah didapat, tentu tidak akan ada orang yang  membantahnya.

Buktinya,  dengan  harta kekayaan  orang bisa membeli apa saja. Rumah, mobil, dan apa saja yang diinginkan.  Selain itu,  orang lain    akan menghormati, menghargai, mendekat,  dan bahkan jabatan atau kedudukan bisa diperoleh dengan  mudah.
 
Maka pantas,  orang  dengan caranya masing-masing,  mengejar harta. Ada sementara orang mencari harta dengan bertani, berdagang, mengeksploitasi tambang, melaut, beternak, mengejar jabatan, dan bahkan lewat carta-cara yang  tidak pantas, misalnya korupsi. 

Selain itu,  orang mencari harta bukan sebatas yang dibutuhkan, melainkan hingga tanpa batas, sampai disebut tamak. Kekayaannya tidak saja sebatas untuk memenuhi kebutuhan selama hidupnya, bahkan akan digunakan untuk  sekian banyak keturunannya.
 
Dalam hal mencari harta, orang  tidak mengenal  batas-batas tertentu. Semakin kaya, seseorang semakin ingin menambah lagi. Mereka belum puas, manakala belum menguasai semuanya. Bahkan, semangat  itu baru  akan berhenti setelah yang bersangkutan dimasukkan ke liang kubur.

Tidak ada orang yang merasa cukup dengan sejumlah harta yang dimiliki. Nafsu mengumpulkan harta, bagaikan seseorang  minum air laut. Semakin banyak air yang diminum, yang bersangkutan semakin merasa haus.
 
Pertanyaannya adalah, apakah dengan harta, seseorang pasti selamat dan menjadi semakin bahagia. Jawabnya tidak pernah pasti.  

Orang kaya yang jujur, selalu memenuhi hak-hak orang lain atas harta kekayaan yang didapat, tidak mau menerima kecuali yang baik dan halal, selalu menganggap harta itu milik Allah yang dititipkan kepadanya, maka yang bersangkutan  akan mendapatkan manfaat dari harta yang dikuasainya. 
 
Sebaliknya, bagi orang yang dalam mendapatkan harta  dilakukan  dengan cara-cara atau memperlakukannya dengan  tidak benar, misalnya tidak memedulikan kehalalannya, melupakan hak orang lain atas harta yang diperoleh,  maka mereka tidak akan memperoleh nilai apa-apa dari kekayaannya itu. 

Orang semacam itu justru akan celaka. Harta kekayaan yang diperoleh  dengan  cara mencuri, merampok, mengurangi timbangan, korupsi, dan lain-lain akan mencelakakan pemiliknya sendiri.
 
Akhir-akhir ini banyak kasus  yang terkait dengan cara mendapatkan harta secara  tidak benar, hingga menjadikan nama pemiliknya  jatuh dan sengsara.

Berita tentang penjara yang  berisi para mantan pejabat, pengusaha, mantan wakil rakyat, dan lain-lain semakin penuh sesak,  sehari-hari muncul di media massa.

Seolah-olah  berita-berita buruk yang mengerikan itu tidak berhasil  ditangkap  dan menjadikan jera para petinggi atau orang penting bangsa ini. 

Oknum jaksa, hakim, wali kota, bupati, gubernur, menteri, pimpinan BUMN , polisi, dan bahkan juga pimpinan  perguruan tinggi, dan lain-lain,  hanya  karena memburu harta haram, mereka ditangkap dan kemudian diadili,  dan akhirnya dipenjarakan.
 
Harta kekayaan tatkala diperoleh secara tidak benar, tidak saja mendatangkan siksaan di akherat kelak, melainkan juga di dunia. Pemiliknya   dihujat, dicaci maki, dipenjara,  dan fotonya diserupakan tikus.

Oleh karena itu fungsi kekayaan tergantung cara  memperolehnya. Jika tidak diperoleh lewat  jalan yang halal, benar, atau yang baik, akan mencelakakan  pemiliknya sendiri, keluarga dan kawan-kawannya.

Kita bisa membayangkan, alangkah gelisah, menderia, malu, dan berat menanggung sakit hati  bagi orang-orang yang menjadi tersangka kasus-kasus korupsi, baik yang sudah terkena hukum tetap maupun  bagi mereka yang masih berstatus tersangka.
 
Jabatan dan begitu juga harta kekayaan ternyata tidak selalu mendatangkan keselamatan, apalagi kebahagiaan. Anehnya, oleh karena daya tarik keduanya yang sedemikian luar biasa kuatnya, banyak orang  terjerembab di tempat itu. 

Siapapun berpeluang ditaklukkan nafsu itu, baik mereka yang berpendidikan tinggi, berumur, dan berpengalaman panjang.  Sementara orang menganggap harta dan kuasa akan menyelamatkan dan mendatangkan kebahagiaan.

Selasa, 19 Mei 2020

PELANTIKAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PANIAI PROVINSI PAPUA

Anggota DPRD Paniai Masa Jabatan 2019-2024 Dilantik

(Pelantikan anggota DPRD Paniai)

Paniai – Pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paniai, masa bakti 2019-2024, telah dilaksanakan hari ini (29/02) di Aula Kantor Bupati Paniai.

Acara pelantikan ini dihadiri kurang lebih 300 personil gabungan TNI/Polri, dipimpin langsung Kapolres Paniai, AKBP A. Wakhid P. Utomo, S.I.K.

Acara diisi dengan pembacaan SK Pelantikan sekaligus pengucapan sumpah janji anggota DPRD Paniai periode 2019-2024.

Pengambilan sumpah janji anggota DPRD Paniai dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Nabire, Erenst Jannes ulean, SH, MH, didamping rohaniawan.

Berikut 25 orang anggota DPRD Paniai periode 2019-2024 yang dilantik :

  1. Ham Yogi, SE

  2. Zakeus Obaipa

  3. Ran Gobai

  4. Sem Nawipa

  5. Petrus Yeimo

  6. Menase Nawipa

  7. Mesak Magai

  8. Yosia Tagi

  9. Deni Gobai

  10. Johni Pigome, SE

  11. Gabriel Adii, SH

  12. Yulius Ogetai

  13. Piter Duwitau

  14. Semuel Keiya

  15. Elias Nabelau

  16. Ancela Pigai

  17. John Deki Yogi

  18. Ice Nawipa

  19. Melianus Yatipai

  20. Yan Pigai

  21. Yulius Gobai

  22. Oktopianus Tagi

  23. On Yatipai

  24. Marten Tenouye, S.Ag

  25. Petrus Zonggonau, SH

Turut hadir dalam pelantikan ini, Bupati Paniai, unsur Forkopimda, para pimpinan OPD serta anggota DPRD Kabupaten Paniai masa bakti sebelumnya.

Sementara itu, salah seorang caleg DPRD Paniai yang tak ingin disebutkan namanya, kepada Nabire.Net, mengatakan, pelantikan anggota DPRD Paniai kali ini tidak sesuai mekanisme.

Hal itu didasarkan atas beberapa hal diantaranya suara real caleg tidak sesuai, selain itu menurut dia, belum ada SK Pelantikan terhadap beberapa nama yang dilantik. Oleh karena itu ia menegaskan, Pemilu Legislatif DPRD Paniai ia anggap ilegal dan tidak sesuai mekanisme.

[NabireNet/M.B]



PELANTIKAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PANIAI PROVINSI PAPUA

PANIAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paniai masa bakti 2019-2024, telah dilantik pada Sabtu (29/02) di Aula Kantor Bupati Paniai. Pelantikan dihadiri kurang lebih 300 personil gabungan TNI/Polri, dipimpin langsung Kapolres Paniai, AKBP A. Wakhid P. Utomo, S.I.K. Acara diisi dengan pembacaan SK Pelantikan sekaligus pengucapan sumpah janji anggota DPRD Paniai periode 2019-2024.Pengambilan sumpah janji anggota DPRD Paniai dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Nabire, Erenst Jannes ulean, SH, MH, didamping rohaniawan.Berikut 25 orang anggota DPRD Paniai periode 2019-2024 yang dilantik, Ham Yogi, SE, Zakeus Obaipa, Ran Gobai, Sem Nawipa, Petrus Yeimo, Menase Nawipa, Mesak Magai, Yosia Tagi, Deni Gobai, Johni Pigome, SE, Gabriel Adii, SH, Yulius Ogetai, Piter Duwitau, Semuel Keiya, Elias Nabelau, Ancela Pigai, John Deki Yogi, Ice Nawipa, Melianus Yatipai, Yan Pigai, Yulius Gobai, Oktopianus Tagi, On Yatipai, Marten Tenouye, S.Ag, Petrus Zonggonau, SH.Turut hadir dalam pelantikan ini, Bupati Paniai, unsur Forkopimda, para pimpinan OPD serta anggota DPRD Kabupaten Paniai masa bakti sebelumnya.Sementara itu, salah seorang caleg DPRD Paniai yang tak ingin disebutkan namanya, kepada Nabire.Net, mengatakan, pelantikan anggota DPRD Paniai kali ini tidak sesuai mekanisme.Hal itu didasarkan atas beberapa hal diantaranya suara real caleg tidak sesuai, selain itu menurut dia, belum ada SK Pelantikan terhadap beberapa nama yang dilantik. Oleh karena itu ia menegaskan, Pemilu Legislatif DPRD Paniai ia anggap ilegal dan tidak sesuai mekanisme

PELANTIKAN DPRD KAB PANIAI

PANIAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paniai masa bakti 2019-2024, telah dilantik pada Sabtu (29/02) di Aula Kantor Bupati Paniai. Pelantikan dihadiri kurang lebih 300 personil gabungan TNI/Polri, dipimpin langsung Kapolres Paniai, AKBP A. Wakhid P. Utomo, S.I.K. Acara diisi dengan pembacaan SK Pelantikan sekaligus pengucapan sumpah janji anggota DPRD Paniai periode 2019-2024.Pengambilan sumpah janji anggota DPRD Paniai dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Nabire, Erenst Jannes ulean, SH, MH, didamping rohaniawan.Berikut 25 orang anggota DPRD Paniai periode 2019-2024 yang dilantik, Ham Yogi, SE, Zakeus Obaipa, Ran Gobai, Sem Nawipa, Petrus Yeimo, Menase Nawipa, Mesak Magai, Yosia Tagi, Deni Gobai, Johni Pigome, SE, Gabriel Adii, SH, Yulius Ogetai, Piter Duwitau, Semuel Keiya, Elias Nabelau, Ancela Pigai, John Deki Yogi, Ice Nawipa, Melianus Yatipai, Yan Pigai, Yulius Gobai, Oktopianus Tagi, On Yatipai, Marten Tenouye, S.Ag, Petrus Zonggonau, SH.Turut hadir dalam pelantikan ini, Bupati Paniai, unsur Forkopimda, para pimpinan OPD serta anggota DPRD Kabupaten Paniai masa bakti sebelumnya.Sementara itu, salah seorang caleg DPRD Paniai yang tak ingin disebutkan namanya, kepada Nabire.Net, mengatakan, pelantikan anggota DPRD Paniai kali ini tidak sesuai mekanisme.Hal itu didasarkan atas beberapa hal diantaranya suara real caleg tidak sesuai, selain itu menurut dia, belum ada SK Pelantikan terhadap beberapa nama yang dilantik. Oleh karena itu ia menegaskan, Pemilu Legislatif DPRD Paniai ia anggap ilegal dan tidak sesuai mekanisme

CARILAH IA DAN ENGKAULAH JAWABAN


                  


Carilah Tuhan karena anda tahu bahwa Dia lah jawaban yang anda butuhkan. Sebenarnya Anda lebih berani dari yang anda duga, lebih kuat dari yang anda tahu, dan lebih pintar yang anda kira, namun itu semua tersembunyi dibalik diding tipis bernama keragu-raguan. 
Senyum mampu menyelesaikan banyak masalah, dan diam mampu membuat kita terhindar dari banyak masalah. Diam Bukanlah kelemahan, jika di iringi dengan perbuatan dan hasil nyata. 

Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah dengan mencintai apa yang Anda lakukan, walaupun sebenarnya anda membencinya. 

Harapan tinggallah harapan jika tidak disertai tindakan, impian tinggallah impian jka tidak selaras dengan kemampuan. 

Hanya karena kamu mendengar apa yg dilakukan seseorang, tak berarti kamu bisa menghakiminya. Kamu tak tahu apa yg telah dilaluinya. Tidak seorang pun punya kemampuan untuk melakukan sesuatu hal sempurna, tapi setiap orang diberi banyak kesempatan untuk melakukan hal yang benar. 

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan. Kelakukan kita terhadap kehidupan, menentukan sikap kehidupan terhadap kita. Matahari yang sebesar itu pun perlu bulan untuk bisa menerangi setiap sudut bumi. Seseorang tak akan pernah bisa mencintai Anda dengan tulus dan apa adanya, jika Anda selalu menyembunyikan kekurangan Anda darinya. 

Hidup ini seperti piano.Berwarna putih dan hitam. Namun,ketika Tuhan yang memainkannya,Semuanya menjadi indah. Saat anda mendapatkan yang biasa ketika mendambakan yang terbaik, bersyukurlah, karena anda tidak mendapatkan yang terburuk. 

"Kegagalan adalah peluang untuk hal yang lebih baik. Kegagalan adalah batu loncatan untuk pengalaman yang berharga. Suatu hari nanti Anda akan bersyukur untuk beberapa kegagalan yang anda alami. 

Percayalah, ketika satu pintu tertutup untuk anda, sebenarnya pintu yang lain selalu terbuka" Melihat kebelakang akan membawa kejelasan di depan. 

Belajar dari kesulitan dulu akan membawa berkah sekarang dan nanti. Hidup adalah memilih, namun untuk memilih dengan baik, Anda harus tahu siapa Anda dan apa yang Anda perjuangkan, ke mana Anda ingin pergi dan mengapa Anda ingin sampai di sana. 

"Keyakinan adalah percaya dengan apa yang tidak kita lihat, dan upah dari keyakinan adalah melihat apa yang kita yakini." Kesedihan adalah ibarat terdampar di gurun pasir. 

Hal terbaik adalah berusaha keluar dari gurun pasir tersebut. Inti dari kebahagiaan adalah kumpulan kebahagiaan dari hal-hal kecil. Sebenarnya sangatlah mudah menjadi Bahagia. 

Kebahagiaan akan datang saat kita memaafkan diri kita sendiri, memaafkan orang lain, dan hidup dengan penuh rasa syukur. Tidak pernah ada orang egois dan tidak tahu berterima kasih mampu merasakan bahagia, apalagi membuat orang lain bahagia. 

Hidup ini memberi, bukan meminta." Kebahagiaan adalah pengalaman spiritual dimana setiap menit hidup dilalui dengan cinta, dan rasa syukur. Jangan takut akan bayangan, karena bayangan berarti ada suatu cahaya yang bersinar di dekatnya. 

Masa-masa terbaik dalam hidup adalah saat kita mampu menyelesaikan masalah sendiri, Masa-masa suram kehidupan adalah saat kita menyalahkan orang lain atas masalah yang kita hadapi. 

"Manusia seperti puluhan kolam, masing-masing memantulkan cahaya dari bulan yang sama." "Kebijaksanaan adalah pemahaman nilai-nilai abadi dan nilai-nilai hidup." "Kebaikan adalah lebih penting daripada kebijaksanaan, dan menyadari hal ini adalah awal dari kebijaksanaan." 

Bijaksana adalah kumpulan dari perjalanan hidup kita. Kebijaksanaan tidak bisa dicari, tidak bisa diberikan, dan tidak bisa dibagikan. Kebijaksaan adalah diri kita sendiri. Jika anda merasa pendapat anda tidak didengar, ketahuilah, sebenarnya anda tengah belajar untuk menghargai. Setiap kejadian-kejadian kecil hidup kita adalah bagian dari harmoni total alam semesta, semuanya sudah ada yang mengatur dengan sempurna. 

Jalanilah hidup apa adanya. Orang Bijak adalah orang yang menyimpan kebijakannya untuk dirinya sendiri. Bicaralah dari hati dan dengan hati, karena hati bisa mendengar lebih tajam daripada telinga. Jangan terlemahkan oleh angin permasalahan. 

Layang-layang mampu terbang tinggi karena berani melawan angin. Hanya layang-layang yang putus benang yang hanyut oleh angin. Jika anda merasa tidak memiliki hal yang berharga, ketahuilah, anda memiliki hal yang tak ternilaikan, yaitu senyuman.

Jika anda melalui hidup anda tanpa masalah, ketahuilah, anda melewatkan masa terindah hidup anda. Berjalan lah seperti kau tak membutuhkan uang, mencintailah seperti kau tak pernah terluka, berdansalah seperti tak ada orang yang memperhatikan. 

Saat kau berpikir tentang orang yang cantik dan tampan, pikirkanlah bahwa kau adalah bagian dari mereka. Berbuat baik pada orang lain lebih sulit daripada berperang melawan penjajah. 

Mengucapkan Maaf hanya mampu dilakukan oleh orang-orang pemberani. Anda harus jadi ulat terlebih dahulu jika ingin menjadi kupu-kupu Kekuatan bukanlah tentang memukul sekuat tenaga, tetapi tentang ketepatan sasaran. Kemenangan adalah bagian terkecil dari sebuah pertandingan. Pemenang bukannya tak pernah gagal, tetapi tidak pernah menyerah. 

Tuhan telah memberikan kita Ikan, tinggal kita yang harus memgail untuk mendapatkannya. Keindahan sejati tak bisa dilihat oleh mata, hanya hati yang mampu merasakan keindahan sebenarnya. Waktu akan terasa lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu panjang bagi yang gelisah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Namun Waktu adalah keabadian bagi yang mereka mampu bersyukur. 

Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Fokuslah pada kelebihan kalian, jangan fokus pada kekurangan kalian. Jika anda telah berusaha untuk mengubah sesuatu namun tetap tak berhasil, cobalah untuk mengubah pandangan anda. 

Melepaskan orang yang di cintai jauh lebih sulit dibanding menerima cinta yang baru bagi hatimu. Ketika anda tulus mencinta, tak akan pernah ada kata menyerah. Meski pikiran ingin berputus asa, namun hati tetap ingin mencoba. Jangan terlalu lama menangisi apa yg telah terjadi. 

Hal yg kamu tangisi saat ini mungkin hal yang akan kamu syukuri suatu saat nanti. Jika kamu meninggalkan seseorang, berikanlah alasan. Tak ada yg lebih menyakitkan daripada ditinggalkan tapi tak ada penjelasan. Dalam hidup, anda tak akan selalu mendapatkan apa yang paling anda inginkan, terkadang anda hanya mendapat pelajaran yang sebenarnya lebih anda butuhkan. 

Semakin ingin menunjukan diri kita agar diakui, dihormati, maka semakin tertekan, tegang dan melelahkan bathin, dan biasanya makin tak disukai. Tak jujur adalah penjara, yang membuat diri dicekam takut terbongkar, mudah untuk berdusta, nikmat apapun tak akan ternikmati, maka jujur adalah hidup merdeka. 

Hati yang bersih akan peka terhadap ilmu, apapun yang dilihat, didengar, dirasakan jadi samudera ilmu yang membuatnya kian bijak, arif dan tepat dalam menyikapi hidup ini Mustahil semua orang akan menyukai kita — walau kita berbuat baik semaksimal mungkin. Tak usah aneh dan kecewa, terus saja berbuat yang terbaik, karena itulah yang kembali kepada kita. 

Keberanian untuk mengatakan tak tahu untuk yang tak diketahuinya jauh akan lebih menenangkan dan dihormati daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu Konflik biasanya terjadi karena saya benar dan kamu salah, berilah kesempatan hati mengatakan kita benar dan diapun boleh jadi benar, Insya Allah akan mudah cari solusi. 

Orang yang paling mulia diantara manusia adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan paling siap menghadapinya dengan bekal amal shalih. Yang penting bagi pimpinan bukan memaksa anggotanya menaati kepada perintahnya, tapi membuat paham apa yang terbaik yang harus dilakukannya dengan penuh kesadaran. 

Sikap emosional merupakan ciri belum terampil mengendalikan diri. Bagaimana mungkin dapat mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang terkendali. Komentar spontan kita mungkin hanya satu patah kata, tapi bisa melukai hati dan menimbulkan kebencian mendalam, oleh karena itu waspadalah walau hanya sepatah kata. Hati manusia berubah-ubah, sekarang marah mungkin besok lusa sudah reda bahkan mungkin lebih sayang kepada kita, oleh karena itu jangan mendendam atau benci ber-kepanjangan. Akan ada saat hati menjadi sedih dan gelisah. 

Jangan biarkan larut dan mencuri hidup kita, bangkitlah, sibuklah, bergaulah dengan orang yang manfaat dan banyaklah berzikir. Berani hidup harus berani menghadapi masalah, jangan takut dan jangan gentar, hadapi dengan benar dan tawakal, karena setiap masalah sudah diukur Allah sesuai kemampuan kita. 

Kita tak memiliki apapun dan tak dimiliki siapapun selain milik Allah. Hidup di dunia hanyalah mampir sejenak, mencari bekal untuk pulang dan menanti saat maut menjemput. Kebiasaan melemparkan kesalahan dan tanggungjawab kepada orang lain, selain akan menambah masalah, juga akan menjatuhkan kredibilitas, dan menghilangkan kepercayaan. 

Siapapun yang merindukan sukses, maka harus bertanya pada dirinya seberapa jauh dan sungguh-sungguh untuk berjuang, karena tiada kesuksesan tanpa perjuangan. Air yang lembut bisa mempersatukan bahan besi, semen, kerikil, pasir sehingga menjadi beton yang kokoh. 

Memang kelembutan hatilah yang akan bisa mempersatukan. Jangan takut menjadi tua, karena pasti menua. Tapi takutlah tak menjadi dewasa, karena kedewasaan sikaplah yang menjadi jalan kebahagiaan dan kemuliaan. 

Tak perlu menjawab penghinaan dengan penghinaan lagi, cukup jawablah dengan evaluasi diri, gigih memperbaiki diri, dan beri bukti yang tak terpungkiri. 

Orang yang sedikit pengetahuan, wawasan dan pengalaman, seperti yang terbelenggu dan dipenjara oleh keterbatasannya, hidup tak akan leluasa dan sulit untuk berbahagia.

BLACK SWEET SONG

Black Sweet: Suara dari Timur yang Menggetarkan Blantika Musik Indonesia The Pasific News-MIMBAR MAHASISWA, Musik-2.866 Views Berawal dari s...